Senin, 03 Mei 2010

Akhirnya terjawab sudah pertanyaan,, Kenapa si "D" itu tidak bisa kutemukan lagi,,, Huh ternyata dia salah satu pendukung Global Warming...

akhirnya terjawab sudah pertanyaan,, kenapa si "D" itu tidak bisa kutemukan lagi,,, huh ternyata dia salah satu pendukung Global warming...
Aku bener-bener nggak nyangka,, Padahal aku udah ngerasa cocok sekali menggunakan si "D" itu,,,
Wah, ngak nyangka sekali berarti aku salah satu pendukung global warming juga ternyata. Panas itu, kemarau itu, hanya gara-gara ke egoisan manusia, huh,,
Manusia pengen kulitnya lembut, makanya menggunakan si "D" itu. Padahal kmaren juga aku sempet nyari-nyari ke semua supermarket mana tau ada yang ketinggalan. Eh rupanya gara-gara udah di tarik dar peredaran.

Sekarang si aku udah nemu yang baru "C" namanya. Ga mengecewakan kok,, Malahan terbuat dari bahan-bahan alami. Pokoknya ....
GoGreen!!!!



http://www.youtube.com/watch?v=odI7pQFyjso&feature=player_embedded

*)
"D", seperempatnya adalah moisturizer.
Itulah tagline iklan sabun mandi "D" yang menyatakan bahwa kandungan sabunnya seperempatnya berasal dari palm oil untuk melembabkan kulit, tapi tahukah anda? darimanakah unilever sebagai produsen sabun itu mendapatkan minyak pelembab yang ‘katanya’ membuat kulit anda lebih halus dan awet muda?
Jawabannya mungkin akan membuat anda terperangah, Hutan Kalimantan , Indonesia. Hutan kalimantan habis dibabat untuk dipakai sebagai perkebunan kelapa sawit oleh PT "U".

Tentu ini bukanlah omong kosong tanpa bukti dengan serta merta menuding PT "U" sebagai kontributor terhadap penghancuran hutan dan katalisator perubahan iklim, Unilever adalah pengguna palm oil terbesar dunia. Dalih U adalah perusahaan yang peduli lingkungan patut dipertanyakan kembali. Anda bisa melihat bukti nyata berupa foto-foto sekaligus data-data yang dikeluarkan oleh greenpeace yang mungkin akan membuat anda merinding jika membayangkan efek ke depan terhadap Indonesia bahkan dunia. Dalam dokumen tersebut dipaparkan foto-foto orang utan yang terusik habitatnya, data foto-foto kerusakan hutan kalimantan. Yang lebih detail lagi, disitu diceritakan proses sebenarnya bagaimana pembuatan D bisa berujung pada rusaknya hutan-hutan Kalimantan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar