Sepertinya semua orang akan setuju jika saya katakan kalau pelantikan pejabat baru di Kementrian Keuangan tidak tertuju pada “Pejabat Baru”, tetapi malah tertuju kepada sang “Pejabat Lama”. Semua penuh kejutan. Sepertinya waktu begitu cepat, ketika SMI mengabarkan dirinya akan hengkang dari KIB jilid II. Terlihat bahwa publik justru lebih mengenal dan menghargai SMI ketika keadaan yang mengharuskan beliau untuk hengkang dari Indonesia. Pada saat SMI sekali lagi menyampaikan permohonan dirinya untuk melanjutkan pekerjaannya yang baru sebagai Managing Director dari Bank Dunia, beliau tebih terlihat sangat terpukul dan mulai terharu. Walaupun awalnya beliau tegar menghadapi semua masalah yang seakan-akan dilimpahkan kepadanya, tetapi akhirnya beliau tidak dapat melanjutkan kalimat yang hendak disampaikannya. Beliau kelihatan tidak rela untuk “hengkang” dari tugas-tugas yang telah disusunnya saat beliau mulai menjabat sebagai menteri keuangan. Ya, bagaimanapun perempuan itu masih memiliki perasaan, walaupun sudah dikecewakan dan tidak pernah terlihat oleh public beliau mengeluarkan perasaannya. Dan hari ini (20/05/2010) beliau tidak kuat juga untuk menyembunyikan perasaan hatinya. Tentu saja untuk orang yang tidak punya hati, merasa SMI cengeng, tetapi untuk orang yang punya perasaan juga akan tau dan menyadari kalau tetesan air mata itu memang keluar dari dalam hati. Tidak untuk mencari sensasi dan perhatian public atas dirinya. Terlihat sekali kalau beliau memang sangat sedih. (Bukan karena saya melankolis juga)
“Saya bukan sebagai menteri keuangan lagi, jadi saya boleh menangis. Kalau menteri keuangan tidak boleh nagis Pak Agus, nanti rupiah goyang” kilahnya setelah menahan tangisan yang membuat haru pada saat penyampaian pidatonya saat serah terima jabatan di gedung Kementrian Keuangan. Saat itu pula undangan yang hadir pada acara serjab tersebut memberikan tepuk tangan seraya mendukung dan menaruh rasa empati dan simpati atas keharuan yang dilukiskan oleh SMI.
Dan saat itu adalah saat terakhir SMI untuk memberikan pidatonya secara resmi di Gedung Kementrian Keuangan Republik Indonesia. Karena tugas dan tanggung jawab selama ini yang telah dipikulnya telah di serahkan kepada Menteri Keuangan yang baru.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar