Rabu, 12 Mei 2010

The Right Man in The Right Place on The Wrong Time **)Tribute To Sri Mulyani Indrawati

Sebenarnya saya baru saja familiar dengan perempuan hebat ini ketika namanya sedang heboh-hebohnya diperbincangan di mana-mana. Ketika beliau secara tiba-tiba mengundurkan diri dari jabatannya yang sangat prestisius, sebagai Menteri Keuangan Negara Republik Indonesia. Ya Sri Mulyani Indrawati yang lebih akrab disapa dengan panggilan "Ibu Ani" (hmnn seperti sapaan istri presiden SBY :)).






Ketika perempuan ini tengah di sudutkan dalam kapasitasnya sebagai Menteri Keuangan akibat skandal ballout bank century, padahal saya kira dirinya hanya korban dari pemain2 ulung yang lebih menikmati kekuasaan dari pada beban tanggung jawab terhadap amanat rakyat. Tapi apa yang bisa kita perbuat? Makhluk-makhluk yang sangat egois itu hanya ingin memenangkan keinginannya sendiri dengan mengorbankan sesuatu yang baik di Indonesia. Dia lebih mengorbankan agar Indonesia terpuruk dalam kondisis ekonomi yang semakin labil hanya karena seorang pengusaha yang kaya? Pengusaha yang takut kalau-kalau aset usahanya akan mengalami kebangkrutan?? begitu piciknyakah orang-orang tersebut? Kalau begini keadaannya mau dibawa kemana negara ini?? Akankah terjadi tragedi 1998 akan terjadi lagi??

Tetapi semakin SMI di "buang" dari jajaran kabinet indonesia bersatu jilid II, maka semakin banyak masyarakat yang tau akan busuknya politik. SMI "dibuang ketika beliau sedang mengadakan reformasi dalam kebijakan keuangan di indonesia. Bagaimana mungkin menteri yang telah membuat perekonomian indonesia menjadi sangat stabil secara halus harus di"korbankan" untuk berjuang "mengangkat nama Indonesia" ketika dirinya yang katanya di minta oleh presiden bank Dunia untuk menjadi Managing Director.

Di puji di negeri orang tapi dia dihantam di negeri sendiri, itulah Sri Mulyani yang mengawali kariernya sebagai Menteri Keuangan sejak 2004. Sebelum menjabat Menteri Keuangan sejak 2004, pakar ekonomi Universitas Indonesia ini menjabat Direktur Eksekutif International Monetary Fund kawasan Asia Pasifik.

"Kemenangan tidak pernah mengkhianati kebenaran, dan kemenangan tidak pernah menodai hati nurani," Adalah quote yang di katakan oleh SMI pada saat pelantikan dengan kapasitasnya sebagai menteri keuangan di Departemen Keuangan.

Inilah daftar hantaman untuk Sri Mulyani:

** KASUS LAPINDO
29 Mei 2006
Lumpur muncrat di dekat area pengeboran Lapindo Brantas Inc milik Grup Bakrie di Sidoarjo, Jawa Timur. Menteri Keuangan Sri Mulyani, mengatakan tidak ada dana di APBN 2006 dan 2007 untuk menanggulangi semburan lumpur itu. Berulang kali ia menyatakan Bakrie yang harus bertanggung jawab. Tapi akhirnya Sri mengizinkan dana bencana APBN 2006 dipakai untuk korban lumpur Lapindo.

** CEKAL PENGUSAHA BATU BARA
Agustus 2008
Departemen Keuangan meminta Imigrasi mencekal 14 pengusaha batu bara, termasuk petinggi di Grup Bakrie, karena menunggak pembayaran royalti kepada negara. Total seluruh tunggakan perusahaan itu Rp 3,9 triliun, yang tak dibayarkan sejak 2001. Pencekalan dilakukan atas permintaan Menteri Keuangan,? ujar Direktur Penyidikan dan Penindakan Direktorat Jenderal Imigrasi Syaiful Rahman.

“Utang itu kan belum tentu,” kata Aburizal, yang juga Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, kepada Tempo di kantornya. Sekarang kita lagi lihat apakah pemerintah yang berutang atau perusahaan yang berutang. Biar diputuskan melalui pengadilan. Sementara menurut Sri Mulyani, “Ini masalah utang royalti, yang merupakan penerimaan negara bukan pajak“.

8 Oktober 2008
Akhirnya status cekal terhadap 14 eksekutif perusahaan batu bara penunggak royalti dicabut. Mennurut Direktur Jenderal Imigrasi Basyir Achmad Barmawi pencabutan status cekal atas permintaan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Alasannya, para pengusaha sudah menunjukkan iktikad baik dengan menyetorkan uang jaminan sebesar Rp 600 miliar ke rekening pemerintah pada 19 September 2008

** SUSPENSI PERDAGANGAN ENAM EMITEN GRUP BAKRIE
7 Oktober 2008
BEI melakukan suspensi perdagangan enam emiten dari Grup Bakrie, yakni PT Bumi Resources Tbk, PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk, PT Bakrieland Development Tbk, PT Bakrie & Brothers Tbk, PT Energi Mega Persada Tbk, dan PT Bakrie Telecom Tbk.

17 Oktober
BEI mencabut suspensi perdagangan PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk, PT Bakrieland Development Tbk, dan PT Bakrie Telecom Tbk. Harga saham tiga perusahaan itu langsung anjlok.

5 November
BEI membatalkan keputusannya membuka suspensi sesaat sebelum perdagangan sesi pertama dengan dalih “atas permintaan pemerintah”.Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dikabarkan mengancam mundur karena ia kecewa dengan keputusan pemerintah soal pembatalan suspensi itu. Menteri Keuangan menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pukul 23.00. Wakil Presiden Jusuf Kalla
membantah kabar mundurnya Sri Mulyani.

6 November
BEI akhirnya mencabut suspensi saham PT Bumi Resources Tbk.

14 November
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui pemerintah membantu suspensi saham PT Bumi Resources Tbk dengan dalih melindungi pengusaha nasional. “Masak Bakrie hanya sedikit dibantu satu-dua hari tidak boleh? Tidak bisa kita berpikir seperti itu. Tidak ada diskriminasi. Itu terlalu kecil bantuannya kalau hanya minta tolong dilihatin dibanding yang lain.”

** KISRUH SAHAM NEWMONT NUSA TENGGARA
Saat menjabat pelaksana tugas Menko Perekonomian, Sri Mulyani menolak keinginan Bakrie membeli 14 persen saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara. Sri Mulyani meminta agar seluruh saham divestasi Newmont dibeli oleh perusahaan negara.
Tetapi setelah jabatan Menteri Koordinator Perekonomian berpindah ke Hatta Rajasa, Bakrie melalui Multicapital akhirnya bisa mendapatkan 75 persen dari 14 persen saham Newmont Nusa Tenggara.

** KASUS CENTURY
10 Desember 2009
Dalam wawancara dengan harian Wall Street Journal, Sri Mulyani mengakui ketegangan antara dirinya dan Bakrie bermula tahun lalu ketika dia menentang suspensi saham Bumi Resources. Demikian juga pencekalan terhadap sejumlah petinggi perusahaan batu bara.”Aburizal Bakrie tak senang dengan saya,” kata Sri Mulyani dalam wawancara dengan harian Wall Street Journal “Saya tak berharap orang-orang di Golkar akan berlaku adil dan berbaik hati dengan saya selama penyelidikan.”

3 Maret 2010
Paripurna DPR tentang Century menyetujui Opsi C berupa kesimpulan bahwa terdapat kesalahan dalam pengambilan kebijakan FPJP dan PMS dan pelaksanaan kebijakan.

** DIISUKAN MUNDUR
Januari 2010
The Jakarta Post mengutip sumber yang dekat dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Dalam berita tersebut, disebutkan Aburizal alias Ical dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertemu dan sepakat untuk mengganti Sri Mulyani dengan Anggito Abimanyu. Anggito dianggap dekat dengan Ical dan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa..

Anggota Fraksi Golongan Karya di Dewan Perwakilan Rakyat, Bambang Soesatyo, mendukung jika Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati diganti dengan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu. Meskipun belum mengetahui kabar itu, Bambang menilai keterlibatan Sri Mulyani dalam skandal Bank Century telah menggoyang pemerintah. “Dari pada terus mempertahankan, akan menggangu kinerja pemerintah,” kata Bambang kepada Tempo.

** AMANAT PRESIDEN DAN BOIKOT DPR
26 Maret 2010
Presiden mengeluarkan surat amanat presiden R-21/Pres/03/2010 tentang penunjukan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa sebagai wakil pemerintah ke DPR untuk membahas Perubahan APBN yang semula hanya diwakili Menteri Keuangan.

3 Mei 2010
PDI Perjuangan dan Partai Hanura meninggalkan sidang paripurna DPR yang membahas rapat APBN Perubahan 2010 yang dihadiri Sri Mulyani

Kutipan dari Vivanews.com dengan subjek : Jangan Ulangi Skandal
Sri Mulyani dalam pidato ekonomi 2010 di Hotel Four Season, Kamis 10 Desember 2009.

"Ditangan Anda Indonesia ini bisa menjadi baik," 

"Untuk itu tolong jangan ulangi krisis 1997/1998, tolong jangan ulangi krisis global, tolong jangan ulangi skandal, nanti menyusahkan semua orang," kata Sri Mulyani.


Terlepas dari kesalahan (yang menurut orang sangat merugikan masyarakat indonesia) yang telah di tuduhkan kepadanya, sejujurnya saya sangat mengagumi beliau, SMI.  Semakin gencar pemberitaan terhadapnya, beliau dapat menggapinya dengan santai dan bijak.  SMI You're so inspiring ...
oh,, If I could be like her,,,
God,, Be blessed of her,,,




Rosianna Silalahi on ROSSY @ Global TV, Behind The Scene.m4v




Sri Mulyani - Rossy @ Global TV (1)




Sri Mulyani - Rossy @ Global TV (2)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar